KUNJUNGAN PONDOK PESANTREN AL MIZAN KE PONDOK PESANTREN MBS KLATEN

 

Direktur MBS Klaten (ke-2 dari kanan) bersama Ustadz ustadz  MBS Klaten dan Al Mizan

Jum’at, 3 Maret 2023 Pondok Pesantren MBS Klaten menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan yang diikuti 160 personil dari santri dan pengurus Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan. Tujuan daripada kunjungan ini adalah yang pertama silaturahmi antar pondok pesantren Muhammadiyah, disisi lain Pondok Pesantren Al Mizan ingin berkonsultasi dengan MBS Klaten dalam hal kepengurusan organisasi santri di dalam pondok pesantren. Dalam sambutannya, Direktur MBS Klaten, Ustadz K.H. Muhammad Fakhruddin Sasmita, Lc, beliau menyampaikan, bahwa pertemuan pagi hari ini adalah pertemuan untuk saling mengencangkan ukhuwah antar pondok pesantren Muhammadiyah dan saling berbagi, dalam sambutannya juga beliau menyampaikan secara singkat tentang OSPPM (Organisasi Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah) MBS Klaten.

MBS Klaten merupakan salah satu pondok pesantren yang menonjolkan kepada  hafalan Al Qur’an, dengan tidak melupakan bahasa santri, MBS Klaten mewajibkan bagi santri-santrinya dalam percakapan kesehariaan mereka dengan 2 bahasa internasional; bahasa Arab  dan Inggris. “Sanksi daripada santri yang tidak berbicara dengan kedua bahasa tersebut, adalah dengan hukuman menghafal beberapa kosakata dan dibuat menjadi Jumlah Mufidah, bukan dengan hukuman fisik.” ujar beliau.

Beliau juga menyampaikan tentang beberapa bagian-bagian OSPPM yang lain, seperti bagian Ibadah, Kesehatan, Seni, dan P4 (Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan) dll.

Diakhir sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh hadirin dengan membacakan surat At Tahrim ayat ke-6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. “Bahwa salah satu kunci dalam memimpin adalah dengan memulai dengan diri sendiri, karena memimpin dengan keteladanan lebih manjur daripada hanya dengan kata kata.” lanjut beliau.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *